Fadli Zon: Seakan-akan Dengan Sengaja Pemerintah Eksploitasi Isu Radikalisme


Adanya isu tentang radikalisme yang sedang tersebar di Indonesia, seolah-olah memang dengan sengaja dieksploitasi oleh pihak pemerintah dan pada akhirnya membentuk opini seakan realitas masyarakat Indonesia memang radikal, hal tersebut dinilai langsung oleh Fadli Zon selaku Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR.

"Kenapa aksi teror masih saja terus terjadi? Di sisi lain, knp pemerintah dan aparat terlihat seperti sengaja mengeksploitasi isu ini, seolah realitas masyarakat kita adlh masyarakat radikal dan teror? Bisakah kita menghilangkan “radikalisme” dan “terorisme” rutin di Indonesia?," kata fadli melalui akun Twitter pribadinya, Senin (18/11/2019).

Fadli yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum partai tersebut juga merasa khawatir, Pemerintah dan Aparat Indonesia menggunakan strategi war on terror untuk bisa mengatasi adanya isu terror dan radikalisme, seperti contihnya yang sempat diterapkan oleh Amerika saat menyikapi Tragedi WTC (World Trade Center).

"Alih-alih bisa meredam radikalisme, misalnya, malah kian mengundang antipati dan skeptisisme publik. Sebab, di Amerika sendiri gaya “war on terror” semacam itu sudah lama dikritik dan dikoreksi," tuturnya. 

Bahkan, lanjut Fadli, di kemudian hari terungkap bahwa kelompok-kelompok teror yang diburu oleh Amerika sesungguhnya adalah kelompok yang mereka ciptakan sendiri. Bahkan pihak Rusia berani menuduh bahwa ISIS adalah ciptaan Amerika sendiri.

"Sehingga “terorisme” bisa saja jadi bisnis kelompok atau oknum tertentu. Saya mencatat, sejak pemerintahan baru dilantik, ada dua isu yang terus-menerus diangkat oleh Presiden dan kabinetnya, yaitu radikalisme dan investasi," ujarnya. 

Fadli mengklaim, sejak awal dirinya mengingatkan Pemerintah agar berhenti mengeksploitasi isu radikalisme dan terorisme, karena bersifat kontraproduktif bagi kepentingan jangka pendek dan jangka panjang Indonesia.


"Misalnya, bagaimana kita akan bisa menggenjot investasi, atau membangun kepercayaan dunia luar, jika pejabat pemerintah kita tiap hari berisik mengeksploitasi isu radikalisme dan terorisme? Perlu disadari, ekonomi global saat ini sedang mengalami perlambatan. Di sebagian tempat tengah resesi. Dampaknya, cepat atau lambat, akan segera berimbas pada kita," kata Fadli. 


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Menjadi Ayah yang Humoris, Anak Sulung Kenang Agung Hercules

Novanto Yakin Memiliki Bukti Kuat

Saham BMRI Malah Merosot, di Tengah Menghijaunya Saham IHSG