Bendungan di Thailand Alami Kekeringan, Tenyata Ini yang Ditemukan

Salah satu bendungan yang berada di Negara Thailand saat ini sedang mengalami kekeringan. Dibalik dari keringnya bendungan tersebut, ada sebuah kuil Buddha yang ditemukan yang selama ini tenggelam di dasar bendungan.
Penemuan kuil tersebut sontak membuat ribuan orang-orang Thailand berbondong-bondong untuk melihat keadaan kuil Buddha tersebut.
Diketahui nama kuil Budha tersebut adalah Wat Nong Bua Yai yang sudah selama 20 tahun beru terlihat saat air tersisa 3%.
Tidak hanya orang biasa saja yang berbondong-bondong untuk melihat kuil ini, ternyata berbodong-bondong Bhiksu Buddha juga ikut mendatangi kuil tersebut. Kedatangan Bhiksu tersbeut guna memberikan penghormatan kepada patung Buddha setinggi 4 meter tanpa kepala dan menghiasinya dengan bunga.
"Kuil biasanya ditutupi oleh air. Di musim hujan Anda tidak melihat apa-apa," kata salah satu pengunjung, Somchai Ornchawiang, seorang pensiunan guru berusia 67 tahun, dilansir dari laman Channel News Asia, Selasa (6/8).
Ia mengaku mulanya menyesali bendungan yang menenggelamkan kuil, namun melihat bedungan kering kini ia mengkhawatirkan kondisi pertanian. Bendungan dengan kapasitas 960 juta meter kubik biasanya mengairi lebih dari 1,3 juta hektar lahan pertanian di empat provinsi, namun kekeringan yang melanda membuatnya hanya mampu mengairi 3.000 hektar di satu provinsi Lopburi.
Departemen meteorologi mengatakan Thailand menghadapi kekeringan terburuk dalam satu dasawarsa, dengan tingkat air di bendungan di seluruh negeri jauh dari rata-rata bulanan.
Yotin Lopnikorn, Kepala Desa Nong Bua yang dulu dekat kuil mengenang saat-saat ia mengunjungi kuil dengan teman-teman ketika masih kecil, sebelum pembangunan bendungan memaksa penduduk desa keluar.
"Ketika saya masih muda, saya selalu datang untuk bertemu teman-teman di patung gajah di depan gedung utama untuk bermain di sana," kata Yotin.
Pada saat itu, candi adalah pusat komunitas, digunakan untuk melakukan ritual, perayaan dan kegiatan pendidikan, selain berfungsi sebagai taman bermain dan area rekreasi. Di sebelah kompleks kuil adalah sisa-sisa 700 rumah tangga desa.
Reruntuhan sempat muncul kembali sebelumnya, setelah kekeringan pada tahun 2015.
"Ini adalah kedua kalinya saya melihat candi ini dalam kondisi ini. Sekarang kupikir kita perlu menyelamatkan tempat ini," kata Yotin.
Sumber: akurat.co
Comments
Post a Comment